Selasa, 23 November 2010

Test Epps (Edwards Personal Preference Schedule )

The Edwards Personal Preference Schedule (Epps) adalah pilihan yang terpaksa, objektif, non-proyektif kepribadian persediaan , berasal dari teori HA Murray, yang mengukur rating individu dalam kebutuhan normal lima belas atau motif. Pada Epps terdapat sembilan laporan digunakan untuk skala masing-masing. Sosial keinginan peringkat telah dilakukan untuk setiap item, dan pemasangan item upaya untuk mencocokkan item desirabilitas sosial kira-kira sama. Lima belas pasangan item yang diulang dua kali untuk skala konsistensi :
1.      Prestasi: Sebuah kebutuhan untuk menyelesaikan tugas dengan baik
2.      Menghormati: Sebuah kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan menunda untuk orang lain
3.      Order: Sebuah kebutuhan untuk merencanakan dengan baik dan terorganisir
4.      Pameran: perlu A menjadi pusat perhatian dalam sebuah kelompok
5.      Otonomi: Sebuah kebutuhan untuk bebas dari tanggung jawab dan kewajiban
6.      Afiliasi: Sebuah kebutuhan untuk membentuk persahabatan yang kuat dan lampiran
7.      Intraception: Sebuah kebutuhan untuk menganalisis perilaku dan perasaan orang lain
8.      Succorance: perlu A untuk menerima dukungan dan perhatian dari orang lain
9.      Dominasi: Sebuah kebutuhan untuk menjadi pemimpin dan pengaruh orang lain
10.  Penghinaan: Sebuah perlu menerima penyebab masalah dan mengaku kesalahan kepada orang lain
11.  Merawat: A, yang perlu bantuan untuk orang lain
12.  Perubahan: Sebuah kebutuhan untuk mencari pengalaman baru dan menghindari rutin
13.  Endurance: A perlu untuk menindaklanjuti tugas dan menyelesaikan tugas
14.  Heteroseksualitas: Sebuah kebutuhan untuk dihubungkan dengan dan menarik untuk anggota lawan jenis
15.  Agresi: Sebuah kebutuhan untuk mengekspresikan pendapat seseorang dan bersikap kritis terhadap orang lain
(Edwards, 1959/1985)
Persediaan terdiri dari 225 pasang laporan di mana item dari setiap dari 15 skala dipasangkan dengan item dari yang lain 14 plus pasang belas item lainnya untuk memeriksa konsistensi opsional. Ini daun jumlah item (14x15) pada 210. Edwards telah menggunakan 15 item terakhir untuk menawarkan calon item yang sama dua kali, dengan menggunakan hasil untuk menghitung skor konsistensi. Hasilnya akan dianggap valid jika cek konsistensi selama lebih dari 9 dari 15 item pasangan. Dalam setiap pasangan, mata pelajaran yang memilih satu pernyataan sebagai lebih karakteristik sendiri, mengurangi faktor desirabilitas sosial dari uji.Karena pilihan paksa, Epps adalah ipsative tes, laporan yang dibuat sehubungan dengan kekuatan yang lainnya kebutuhan individu. Oleh karena itu, seperti kepribadiannya, tidak mutlak. Hasil tes dapat diandalkan, walaupun ada keraguan tentang skala konsistensi.

Validitas
Laporan manual studi membandingkan Epps dengan Guilford Martin Kepribadian Inventarisasi dan Taylor Manifest Anxiety Skala. peneliti lainnya telah berkorelasi dengan California Psychological Inventory , Periksa Adjektiva Daftar, para Tematik Apperception Test , yang kuat Kejuruan Bunga Blank, dan MMPI dengan Epps. Dalam studi ini sering ada hubungan yang signifikan secara statistik antara skala tes dan Epps, tapi hubungan biasanya rendah sampai sedang dan kadang-kadang sulit bagi peneliti untuk menjelaskan. Karena MMPI masih aktif digunakan hari ini di seluruh dunia sebagai dasar tes merek utama perbandingan ini mungkin yang paling menarik untuk dikaji.

Penggunaan yang disarankan
The Epps telah dirancang untuk konseling pribadi terutama, tetapi telah menemukan jalan ke dalam perekrutan juga. The Epps sangat cocok untuk tujuan ini .

Hak Cipta
The Epps telah diterbitkan untuk jangka waktu yang panjang melalui The Corporation Psikologis, sekarang dikenal sebagai Penilaian Harcourt . Pada tahun 2002 hak penerbitan di seluruh dunia telah dikembalikan ke Harcourt Allen L. Edwards Hidup Trust. Internasional ada terjemahan dalam bahasa Belanda, yang telah diterbitkan di Belanda sampai dengan 2002 secara hukum (oleh Harcourt Publishers Test). Ada juga terjemahan ke dalam bahasa Jepang, diterbitkan pada 1970 oleh Nihon Bunka Kagakusha, Tokyo.
Saat ini hak cipta dipegang oleh Allen L Edwards Trust hidup di seluruh dunia. Untuk wilayah Eropa Epps (termasuk versi Belanda) diterbitkan oleh Dimensi Test.

Alat tes ini tergolong Tes Inventori Kepribadian, dimana kita disuguhi deretan soal dalam satu buku tes EPPS dan diminta untuk memilih suatu pernyataan yang disukai. Saya tidak akan membahas terlalu jauh isi dari tes ini karena keterbatasan kode etik Psikologi. Tapi para pembaca Situs Belajar Psikologi jangan kecewa, dalam Artikel ringan kali ini, saya akan berbagi bagaimana cara menyajikan tes EPPS dan tips mengerjakan EPPS
Cara Menyajikan Alat Tes EPPS, berikut langkah-langkahnya:
1.      Berikan lembar jawaban pada subjek, kemudian minta subjek untuk mengisi identitas (nama, umur, jenis kelamin, dan tanggal tes)
2.      Bagikan buku soal pada subjek
3.      Penguji memberikan petunjuk kepada Subjek bagaimana cara mengerjakan tes
4.      Penguji menanyakan kembali apakah subjek ada pertanyaan sebelum mengerjakan tes
5.      Sebelum tes berakhir ada baiknya penguji meminta subjek untuk mengecek kembali apakah ada soal yang terlewati.
6.      Pastikan Penguji menyajikan tes sesuai waktu yang ditentukan, untuk Indonesia lebih kurang 60 menit.
Tips mengerjakan Tes Psikologi EPPS (Edward Personal Preference Schedule)
1.      Sebelum mengerjakan tes hendaknya melakukan istirahat yang cukup 
2.      Cermati betul dan lakukan yang diminta penguji anda
3.      Jangan pernah asal-asalan dalam menjawab soal, karena jawaban anda sangat berpengaruh sekali dengan hasil tes.
4.      Jangan pernah melakukan kebohongan pada saat menjawab soal. Percuma saja anda berbohong karena tes EPPS ini telah disusun sedemikian rupa oleh penyusunnya, korelasi yang tinggi antara keadaan keluar dengan keadaan “dalamnya” dan menyajikan dua pernyataan yang mengungkapkan trait yang berbeda dalam setiap nomor. 
5.      Kerjakan soal dengan rileks, dengan itu anda mampu mengerjakan dengan baik.

Daftar Pustaka
Anonym.Jadwal Edwards Pribadi Preferensi.Desember 2009.http://en.wikipedia.org/wiki/ Edwards_Personal_Preference_Schedule.09-April-2010

Tes Wartegg Zeihen Test (WZT)

Wartegg tes indikasi yangdikembangkan sekitar tahun 1930 oleh Ehrig Wartegg. Ini menyangkut prosedur tes projektives demikian. Pingsan isi harus diproyeksikan oleh ekspresi grafis. Tes ini terdiri dari 8 karakter item data dengan tepat grafis didefinisikan default. Sebagai contoh satu titik atau setengah lingkaran. Tugas untuk kelompok-kelompok pro terdiri dari gambar gambar ke ladang yangmelanjutkan default; material dan motif abstrak dapat dipilih. Evaluasi berlangsung baik graphologisch dan simbolis.Masing-masing bidang tertentu yang tampaknya berisi aspek-aspek yang berbeda dari kepribadian. Hal ini penting untuk apa yang sejauh ini oleh subjek tes yang diterima. Seperti juga dengan tes lain dan validitas yang memadai. Namun demikian dapat, dalam konteks terapi psychotherapeutischen atau penjelasan, yang berpengalaman Psychotherapeuten dengan bantuan dari uji titik awal untuk analisis yang lebih dalam mengalami konflik pasien diberikan.

Tes Wartegg Zeihen Test (WZT)
Wartegg Zeihen Test (WZT) adalah sebuah tes proyeksi sederhana yang berupa setengah kertas ukuran A4 dengan delapan buah kotak yang dibatasi garis tebal. Dalam setiap kotak terdapat rangsang-rangsang tertentu yang masing-masing kotaknya akan memberikan kesan spesifik yang berbeda-beda dan tentu saja reaksi yang berbeda pula sesuai dengan kepribadian orang yang tengah diperiksa. Pada tes ini orang yang diperiksa diminta untuk menggambar, dengan cara meneruskan rangsang yang ada pada tiap kotak agar dapat menjadi gambar yang bermakna.

Aspek Emosi yang Tergali dari Wartegg Zeihen Test (WZT)
Berdasarkan pada dasar teori yang dikemukakan oleh Wartegg, dinyatakan
bahwa melalui WZT dapat menggali komponen-komponen skema kepribadian dari
seseorang. Aspek-aspek emosi yaitu outgoing dan seclusive sesuai dengan ekstraversi dan introversi.
Aspek emosi terutama tergali dari kategori-ketegori respon sebagai berikut :


OUTGOING
1.      Animate nature; adalah suatu petunjuk langsung dari integrasi dan penyesuaian diri subjek.
2.      Physiognomy; yaitu segala sesuatu dalam gambar figure manusia yang memberitahu pengamat tentang apa dan siapa figure tersebut, jenis kelamin, usia, pekerjaan dan sifat.
3.      Expansion; yaitu menunjukkan suatu kecenderungan (pada gambar-gambar tertentu) terutama pemandangan alam dan pemandangan kota, interior untuk melampaui batas-batas kotak.
4.      Curves; terutama garis luwes, mengalir dengan bebas berasal dari tonus otot yang santai..
5.      Casualness; adalah cara menggambar yang lepas, informasi, kadang-kadang ada gaya, kadang-kadang ceroboh, yang dapat menaikan atau memperindah atau merusak gambar tergantung dari banyak faktor.

SECLUSIVE
1.      Inanimate Nature; mencakup berbagai benda dari daun, awan, air, setangkai bunga atau gambar buah sampai gambar-gambar yang lebih rumit seperti gambar dahan-dahan, tanaman, belukar, pemandangan alam, atau pemandangan laut.
2.      Atmosphere; adalah suatu gambar yang berasal dari cara mempresentasikan dan pelaksanaan sehingga memunculkan suatu kualitas perasaan dan kualitas suasana gambar.
3.      Soft lines; yaitu gradasi garis-garis lemah berkisar dari moderat halus, halus sampai pada yang sangat lemah dan hampir tidak nampak.
4.      Symetric abstraction; pemberian skor terhadap respon ini didasarkan atas kerumitan dan nilai estetik pola.
5.      Asymetric abstraction; yaitu mencakup gambar-gambar yang memperlihatkan permainan bebas garis-garis dan cahaya serta bayangan.
6.      Shading (both light and dark); mencakup 3 aspek diagnostik yang signifikan yaitu : intensitas, tekstur, dan fungsi.
7.      Parts; karakteristik elemen dari gambar representasional adalah pembedaan antara suatu keseluruhan seperti orang, rumah, pemandangan alam, atau bagian telinga, jendela, roda dan sebagainya.
8.      Scribbles; yaitu coretan-coretan tidak teratur, kacau, garis silang menyilang, atau bentuk-bentuk bayangan kabur.
9.      Schematism; adalah satu bentuk dari nature content, dengan ciri-ciri : perlakuan geometris atau segi empat.

Contoh Gambar


Petunjuk :
Di atas, terdapat delapan buah kotak berisi gambar yang belum selesai dibuat. Anda diminta untuk :
1.    Menyempurnakan gaambar yang belum selesai dibuat tersebut.
2.    Tuliskan nomor urut di bagian atas kotak (di luar kotak putih) sesuai dengan urutan gambar yang anda selesaikan terlebih dahulu!
3.    Dari kedelapan gambar yang telah anda selesaikan tersebut, sebutkan gambar mana yang paling anda sukai dan jelaskan mengapa?
4.    Sebaliknya sebutkan gambar mana yang paling anda sukai dan jelaskan mengapa?
5.    Dari kedelapan gambar yang telah anda selesaikan tersebut, sebutkan gambar mana yang paling mudah diselesaikan!
6.    Sebaliknya, sebutkan gambar mana yang paling sulit anda selesaikan!

Keterangan :
·         Untuk instruksi (petunjuk) nomor 2, nomor urut harus ditulis diluar kotak putih, apabila menuliskan dalam kotak putih, maka akan dianggap sebagian dari gambar yang anda buat.
·         Untuk instruksi (petunjuk) nomor 4 dan 4, hanya satu gambar saja yang harus anda senutkan.
·         Untuk instruksi (petunjuk) nomor 5 dan 6, jawaban anda boleh sama dengan pilihan instruksi nomor 2 atau 4.

Daftar Pustaka

Aulia Iskandarsyah, M.Psi.; Kustimah, S.Psi., Psych.; Fredrick Dermawan Purba, S.Psi..3 April 2007. HUBUNGAN ANTARA HASIL TES RORSCHACH DENGAN WARTEGG ZEIHEN TEST (WZT) DALAM MENGGALI. http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/08/hubungan_antara_ hasil _tes_rorschach_dengan_wzt.pdf.18-03-2010
Anonym.Juni 24, 2006 http://www.economy-point.org/w/wartegg-test. html.18-03-2010

TES GRAFIS

Tes Grafis
Tehnik proyeksi yang dipakai tes grafis ini seringkali disebut sebagai tehnik ekspresif. Yang banyak dikenal dan banyak dipakai oleh para psikolog Indonesia adalah:
-          Gambar Orang (Graw a Person Test)
-          Gambar Pohon (Draw a tree Test)
Tes grafis disebut juga sebagai paper and pencil test karena hanya melibatkan 2 bahan tersebut dan dianggap sebagai tes yang sederhana dan murah. Sederhana karena tugas yang diberikan tidak rumit, mudah dimengerti subyek dan waktu pengerjaan tidak lama. Murah karena hanya melibatkan beberapa lembar kerja HVS 70gr ukuran A4 dan sebatang pinsil HB.

1.                  Gambar Orang (Draw a Person Test)
Ada beberapa versi dari Tes Gambar Orang, yaitu versi Goodenough yang biasanya dipakai untuk memperoleh nilai I.Q Versi ini kemudian dikembangkan Harris sehingga dikenal sebagai Draw a Person Tes versi Goodenough-Harris. Apabila pada versi Goodenough subyek hanya menggambar 1 figur saja maka pada versi Goodenough Harris, subyek diminta untuk menggambar 3 figur, yaitu figur laki, perempuan dan figur diri. Pad dua tes ini, figur yang digambar diberikan penilaian kuantitatif, misalnya kepala diperoleh nilai : 1; mata diberi nilai 1; ada pupil diberi nilai 1 dan seterusnya sehingga diperoleh skor total. Skor total ini masih diolah lebih lanjut sehingga akhirnya memunculkan nilai IQ.
Berbeda dengan yang disebut diatas adalah versi Machover yang tidak memberikan penilaian kuantitatif tetapi kualitatif.
Versi Machover ini dilandasi teori Psikoanalisa.
Figur manusia yang digambar dianggap sebagai persepsi si penggambar tentang dirinya dan bayangan tubuhnya. Walaupun gambar-gambar yang dibuat subyek biasanya merupakan bayangan tubuh dan konsep dirinya, tetapi perubahan-perubahan dalam sikap dan suasana hati karena situasi juga dinyatakan disini.
Seringkali dipertanyakan, mengapa figur manusia yang digambar dan bukan figur lain? Jawabannya adalah sebagai berikut, yaitu figur manusia adalah yang paling dikenal, yang paling dekat dengan dirinya sehingga ia dapat menggambar berdasarkan pengalaman-pengalamannya.
Administrasi tes tidaklah sukar. Persyaratan untuk tes adalah 2 lembar kertas HVS 70 mgr ukuran A4 dan 1 pinsil HB, penghapus. Perhatikan agar tidak menggunakan alas karton atau buku. Alas untuk menggambar harus keras dan licin Instruksi adalah : Gambarlah orang Apabila subyek sudah selesai dengan gambarnya, maka diberikan kertas lain lalu diberi instruksi:
”Sekarang gambarlah figur dengan jenis kelamin lain dari yang tadi digambar”
Selama subyek mengerjakan tes, tester membuat observasi dan mencatat semua pernyataan verbal subyek, komentar yang diberikan, cara ia menggambar, figur dengan jenis kelamin mana yang digambar terlebih dahulu, berapa lama ia menggambar?
Setelah subyek selesai menggambar, tester melakukan asosiasi, yaitu meminta subyek untuk membuat cerita tentang figur yang digambarnya. Dalam tes kelompok, sukar membuat asosiasi karena waktu yang tersedia terbatas. Disamping itu hanya 1 figur saja yang digambar. Waktu pelaksanaan dalam tes kelompok juga dibatasi, yaitu 10 menit.

Prinsip interpretasi.
Pada waktu kita menghadapi lembar kertas dengan hasil karya subyek berupa figure manusia, maka seolah-olah kita berhadapan langsung dengan si penggambarnya. Kita akan mendapat kesan pertama tentang gambar tersebut. Dalam analisis selanjutnya, kita berpegang pada 3 hal yaitu :
Ruang ; gerak dan bentuk.
Ruang adalah : Posisi figur diatas kertas, apakah ditempatkan ditengah, kiri, kanan, atas atau bawah?
Gerak adalah : Bagaimana pinsil diatas kertas bergerak membentuk figure manusia. Ini mencakup tenakan pinsil, cara subyek membuat garis dan bayangan.
Bentuk adalah : Bagaimana proporsi figur, apa yang digambar, elaborasi, detail, distorsi, ada yang tidak digambar dan sebagainya. Disamping itu masih perlu dipertimbangkan fungsi anggota tubuh yang mendapat penekanan. Penekanan dapat berupa tambahan shading, hapusan, berulangkali diperbaiki, dipertebal, garis pada bagian tertentu berbeda dengan garis secara keseluruhan, lebih mendetail dan sebagainya. Adanya anggota tubuh yang tidak digambarpun perlu ditertimbangkan. Penekanan dibagian tertentu dari figur manusia menunjukkan adanya konflik pada bagian tersebut dan karena itu perlu diketahui fungsi dari berbagai bagian/organ tubuh.
a.       Kepala : Dianggap sebagai tempat kegiatan intelek dan fantasi dan diasosiasikan dengan kontrol impuls dan emosi, kebutuhan sosialisasi dan komunikasi. Maka dikatakan bahwa orang yang menarik diri, neurotik tidak memberi banyak perhatian pada kepala. Bagian-bagian kepala berfungsi sebagai sumber utama dari kepuasan dan ketidak puasan sensoris disamping sebagai alat komunikasi. Mata, telinga dan mulut merupakan organ yang diperlukan dalam berhubungan dengan lingkungan, sehingga perlakuan yang berlebihan menunjukkan kemungkinan kecemasan yang berhubungan dengan fungsi-fungsi organ-organ tersebut.
b.      Leher : Leher merupakan penghubung antara kepala dan badan, merupakan penghubung, dalam bahasa psikoanalisis antara super-ego, ratio, dan id, impuls, dorongan. Pada umumnya bila leher mendapat penekanan maka menunjukkan kemungkinan pemikiran subyek mengenai kebutuhannya untuk mengontrol impuls-impuls yang dirasakannya mengancam.
c.       Badan : Badan, khususnya ”trunk” diasosiasikan dengan dorongandorongan dasar. Subyek biasanya cenderung menggambar figuryang mirip dengan keadaan tubuhnya sendiri. Anak seringkali  menggambar ”trunk” secara sederhana, persegi-empat atau lonjong. Tidak adanya bagian tubuh yang penting (kecuali pada anak) menunjukkan kemungkinan gangguan psikologis yang serius.
d.      Bahu : Perlakuan terhadap bahu dianggap sebagai pernyataan dari perasaan kebutuhan akan kekuatan fisik. Orang normal akan menggambar bahu dengan jelas sedangkan orang dengan rasa rendah diri karena fisik yang kurus dan kecil akan menggambar figur dengan sebelah bahu lebar. Tidak adanya bahu terkadang dikatakan sebagai kemungkinan skizofreni atau kondisi kerusakan otak.
e.       Lengan dan tangan: Kondisi lengan dan penempatannya, yaitu menjauh dari tubuh atau melekat pada tubuh menunjukkan hubungan subyek dengan lingkungannya. Maka lengan yang ditaruh dipunggung sehingga hanya sebagian saja yang tampak, menunjukkan keengganan subyek untuk berhubungan dengan orang. Tangan yang dimasukkan ke dalam saku, atau tangan yang tidak tampak, diassosiasikan dengan konflik dan perasaan-perasaan bersalah yang berhubungan dengan kegiatan tangan tersebut.
f.       Tungkai kaki dan kaki: Figur dengan perlakuan tidak biasa terhadap kaki atau tungkai kaki berhubungan dengan perasaan aman atau tidak aman. Tungkai kaki merupakan serana bergerak dan perlakuan terhadap bagian ini mencerminkan perasaan seseorang mengenai mobilitas.

2.                  Gambar Pohon
Gambar pohon dikembangkan oleh Karl Koch
Administrasi tes:
·         Persyaratan : Kertas HVS 70mgr ukuran A4, pinsil HB, tidak pakai penghapus, alas menggambar harus licin dan keras, waktu tidak dibatasi (kecuali tes kelompok).
·         Instruksi : ”Gambarlah pohon”
”Kecuali : pohon cemara, randu, kelompok palma, bambu”

Apabila ada kesan bahwa gambar yang dibuat tidak memenuhi persyaratan, maka subyek diberi kertas baru dan diberi instruksi: ”Gambarlah pohon lain dari yang telah anda gambar”.
Seringkali muncul pertanyaan : Mengapa justru gambar pohon? Apabila kita melihat tanaman yang mempunyai sistem terbuka yaitu dengan pertumbuhan yang menuju keluar, segala sesuatu terjadi di permukaan, dibentuk dibawah kulit dan ujung-ujung tunasnya. Hanya pohon yang memperlihatkan hal ini. Maka dikatakan bahwa ”Keberadaan” tanaman adalah gerakan hidup keluar, usaha menjauhi zone pertumbuhan pusat. Pohon tidak pernah berhenti berkembang, ia tumbuh sempurna, selalu muda-berbunga berbuah sampai mati.
Berbeda dengan manusia atau binatang yang merupakan sistem yang tertutup. Hidup fisik diarahkan kedalam. Semua organ sudah ada sejak awal dan dalam tubuh semua organ diberi makanan (darah) oleh kekuatan yang sama, seumur hidup. Dalam eksistensi manusia segala sesuatu bergerak ke dalam dan dikendalikan organorgan pusat. Gambar pohon yang dibuat manusia merupakan sekresi dari yang ada di dalam. Gerak keluar menjadi bentuk yang menyerupai manusia, namun dengan sifat-sifat yang berbeda dalam ”inner being”nya. Ini yang dikatakan sebagai  royeksi dari psyche.

Prinsip interpretasi.
Sama halnya dengan tes gambar orang, pada waktu kita menghadapi hasil karya subyek, maka seolah-olah kita berhadapan dengan subyek. Bagaimana kesan pertama yang kita peroleh? Juga dalam analisis selanjutnya kita berpegang pada 3 hal, yaitu : ruang, gerak dan bentuk.
Dengan bentuk tentunya bukan lagi proporsi figur, akan tetapi proporsi pohon bagaimana perimbangan antara mahkota dan batang? Kemudian dilihat pohon apa yang digambar dan apa yang digambar. Kadang-kadang ada pohon yang tidak lengkap, yang dapat disebabkan beberapa hal yaitu: belum selesai, artinya ada pembelokan tidak dapat diselesaikan, berarti adanya hambatan. Dalam membuat analisis, harus dilihat terlebih dahulu: usia si penggambar, sesuaikah untuk usianya dan bila tidak? Kemudian perlu diketahui pendidikan dan dari mana subyek berasal. Ini perlu diketahui karena bila pada orang dewasa ada sekelompok ciri yang biasa ditemukan pada tahap usia yang lebih muda yang dapat dikatakan normal untuk tahap usia tersebut maka ada beberapa kemungkinan yang perlu dipertimbangkan yaitu retardasi perkembangan, manifestasi keadaan-keadaan infantil atau regresi.
Untuk dapat menentukan salah satu kemungkinan diperlukan pengalaman dan membandingkan berbagai gambar pohon dari berbagai kelompok usia.
Selanjutnya dilihat bagaimana subyek menggambar bagian-bagian pohon, yaitu:
Akar : Berfungsi untuk menghisap makanan dan berpegangan pada tanah agar tidak tumbang. Akar dapat digambar dengan 2 cara, yaitu akar 1 garis dan akar 2 garis. Akar 1 garis biasanya dibuat anak sedangkan akar 2 garis dibuat orang dewasa. Namun akar 2 garis dapat dibuat sebagai akar tertutup dan akar terbuka.
Pangkal batang : Dapat digambar lebar di kiri dan kanan, sebelah kiri saja lebih lebar atau sebelah kanan saja lebih lebar. Pelebaran ke kiri atau ke kanan atau pada bagian kiri dan kanan berarti adanya inhibisi/hambatan.
Batang pohon : dapat digambar dengan 1 garis dan 2 garis. Ada berbagai bentuk batang, misalnya batang bentuk kerucut yang biasa digambar anak sekitar usia 8-9 tahun, anak debil atau orang dewasa yang mengalami regresi. Batang dapat pula dibuat dengan 2 garis lurus paralel, batang yang bergelombang serasi atau batang yang menggelembung, jadi ada penebalan dan konstriksi. Penebalan berarti penimbunan sedangkan konstriksi berarti hambatan, jadi apa yang ditimbun dan apa yang dihambat?
Apabila kita kembali pada simbolik batang yairu energi, dorongan, maka penimbunan dapat berarti energi. Permukaan batang:
Secara fisiognomis, permukaan batang berarti ke arah hubungan individu dengan lingkungan secara emosional dan afektif, yaitu bagaimana individu lingkungannya. Ini berarti penyesuaian diri, kehidupan afek, defense mechanism diri. Penampilan coretan tajam dan berkesan keras dapat diartikan sebagai berikut : sesuatu yang keras biasanya tahan pukulan tetapi pukulan yang keras sekali akan mengakibatkan patah. Jadi sifat yang keras dan sikap yang keras bila terlalu ditekan, akan patah. Coretan yang begolombang menunjukkan sikap kontak yang emosional, artinya perasaan memegang peranan penting sedangkan coretan dalambentuk noda-noda yang tampak seperti penyakit kulit. Melambangkan gangguan dan ko ntak dengan sesama manusia.
Bayangan, merupakan pengisian kertas dengan psinsip supaya lebih gelap dan dapat diartikan bahwa ada perose emosional pada yang bersangkutan. Perlu diberhatikan berat-ringannya bayangan yang dibuat, karena bayangan yang dibuat sengan halus, ringan menunjukkan kepekaan sipenggambar sedangkan bayangan yang gelap dan berat lebih menunjukan adanya kecemasan.
Dahan, seperti akar dan batang dapat dibuat dengan 1 garis maupun 2 garis. Dahan yang dipotog dapat diartikan bahwa dalam perkembangan terjadi sesuatu yang menyangkit segi psikis. Dahan yang dibuat seperti pipa, yaitu terbuka pada ujungnya pada umumnya menunjukkan taraf perkembangan yang belumsempurna, dalam arti, dalam sikap sehari-hari belum terlihat kematangan dan  belum dapat membedakan antara diri dan lingkungan.
Mahkota, menggambarkan aktivitas atau proses-proses yang berhubungan dengan ratio, intelek. Mahkota dapat digambar tertutup maupun terbuka. Perlu diperhatikan perbandingan antara lebar dan tinggi mahkota depan panjang batang. Kadang-kadang mahkota diisi dengan dahan yang terpencar tak beraturan, mahkota disini dengan coretem atau mahkota yang kosong.



Daftar Pustaka
Anonym. TES GRAFIS SEBAGAI ALAT PSIKODIAGNOSTIK.http://www.masbow.com/2009/08/tes-kepribadian-epps.html.09-April-2010

Percobaan Sederhana Untuk Kanalis Semisirkulasi Horizontal

Telinga merupakan organ pendengaran sekaligus juga organ keseimbangan. Telinga terdiri atas 3 bagian yaitu telinga luar, tengah dan dalam. Gelombang suara yang diterima oleh telinga luar di ubah menjadi getaran mekanis oleh membran timpani. Getaran ini kemudian di perkuat oleh tulang-tulang padat di ruang telinga tengah (tympanic cavity) dan diteruskan ke telinga dalam. Telinga dalam merupakan ruangan labirin tulang yang diisi oleh cairan perilimf yang berakhir pada rumah siput / koklea (cochlea). Di dalam labirin tulang terdapat labirin membran tempat terjadinya mekanisme vestibular yang bertanggung jawab untuk pendengaran dan pemeliharaan keseimbangan. Rangsang sensorik yang masuk ke dalam seluruh alat-alat vestibular diteruskan ke dalam otak oleh saraf akustik.
Labirin tulang terdiri atas 3 komponen yaitu kanalis semisirkulasi, vestibulum, dan koklea tulang. Labirin tulang ini di sebelah luar berbatasan dengan endosteum, sedangkan di bagian dalam dipisahkan dari labirin membranasea yang terdapat di dalam labirin tulang oleh ruang perilimf yang berisi cairan endolim.
            Vestibulum merupakan bagian tengah labirin tulang, yang berhubungan dengan rongga timpani melalui suatu membran yang dikenal sebagai tingkap oval (fenestra ovale). Ke dalam vestibulum bermuara 3 buah kanalis semisirkulasi yaitu kanalis semisirkulasi anterior, posterior dan lateral yang masing-masing saling tegak lurus.  Setiap saluran semisirkulasi mempunyai pelebaran atau ampula. Walaupun ada 3 saluran tetapi muaranya hanya lima dan bukan enam, karena ujung posterior saluran posterior yang tidak berampula menyatu dengan ujung medial saluran anterior yang tidak bermapula dan bermuara ke dalam bagian medial vestibulum oleh krus kommune. Ke arah anterior rongga vestibulum berhubungan dengan koklea tulang  dan tingkap bulat (fenestra rotundum).




Daftar Pustaka